Postingan

Mendarat di Indonesia sepulang dari Luar Negeri.

 Ketawa kami meruah di Bandara Internasional KL Malaysia, saya dan besty - besty sangat riang sekali rasanya sudah akan kembali ke tanah air, dengan bandara seluas ini agak tenang karena banyak teman. Ketika akan naik eskalator saya melihat rekan perempuan Ibu Guru dari Pontianak kesulitan membawa barang bawaan yang sangat banyak setroli. Beliau meminta temani untuk naik lewat lift. Disinilah kami berpencar dengan beberapa teman. Namun sesampainya diatas kami kembali bertemu. Saatnya kami harus mencetak tiket pesawat secara mandiri, karena baru pertama saya dan besty kebingungan namun syukurnya kami dibantu oleh Ibu Guru yang baik hati, termasuk mencetakkan sendiri kartu bagasi yang memang harus dibeli online jika mau murah. Setelah selesai tercetak kami pun menuju ke pintu masuk, kami bertiga penuh percaya diri karena tiket sudah ditangan, namun ternyata saya dilarang masuk, pintu ini khusus penumpang yang tidak membawa barang di bagasi, jadi barang yang dikabin saja. Alhasil saya...