Mendarat di Indonesia sepulang dari Luar Negeri.

 Ketawa kami meruah di Bandara Internasional KL Malaysia, saya dan besty - besty sangat riang sekali rasanya sudah akan kembali ke tanah air, dengan bandara seluas ini agak tenang karena banyak teman. Ketika akan naik eskalator saya melihat rekan perempuan Ibu Guru dari Pontianak kesulitan membawa barang bawaan yang sangat banyak setroli. Beliau meminta temani untuk naik lewat lift. Disinilah kami berpencar dengan beberapa teman. Namun sesampainya diatas kami kembali bertemu. Saatnya kami harus mencetak tiket pesawat secara mandiri, karena baru pertama saya dan besty kebingungan namun syukurnya kami dibantu oleh Ibu Guru yang baik hati, termasuk mencetakkan sendiri kartu bagasi yang memang harus dibeli online jika mau murah. Setelah selesai tercetak kami pun menuju ke pintu masuk, kami bertiga penuh percaya diri karena tiket sudah ditangan, namun ternyata saya dilarang masuk, pintu ini khusus penumpang yang tidak membawa barang di bagasi, jadi barang yang dikabin saja. Alhasil saya pun diminta menuju ke pintu yang diminta petugas. Hem, memang membingungkan kalau semua serba modern sehingga harus mandiri, maklum pertama kali. Dengan lumayan antre saya pun bingung awalnya untuk menaikkan koper ini, sebelumnya dengan bertanya pada petugas saya pun diarahkan untuk menimbang koper, ya di Malaysia ada timbangan untuk calon penumpang sehingga bisa megetahui seberapa banyak berat barang yang dibawanya. Setelah selesai menaikkan koper. Saya pun Istirahat, disini bertemu dengan Bang Aswan dan Bu Nina panitia dari FIM, saya diajak beliau untuk mengambil sarapan dibawah dengan guru dari Banten. Banyak sekali makanan yang berberntuk box tidak terambil dikarenakan peserta sudah berada di ruang tunggu dan malas kembali karena prosedur keamanan dan lumayan jauh. 

Setelah beberapa saat perjalanan di Udara , Air Asia pun mendarat mulus di Juanda 2. Alhamdulillah. Setelah mengisi data online dan mengambil koper, saya pun naik Grab menuju Bungurasih, sopir nya masih muda dan pengusaha jasa transportasi yang sukses, beliau cerita yang tadi menawari saya adalah adiknya, mobilnya pun baru mobil Rush, dia bahkan menawari langsung antar ke Madiun.

Komentar